MENGONTROL KEUANGAN PRIBADI

MENGONTROL KEUANGAN PRIBADI DENGAN CARA PEMRIORITASAN KEBUTUHAN

Mengontrol keungan diri sendiri harus kita terapkan sejak dini, karena kalau tidak sejak dini kita belajar untuk mengontrol keungan kita sendiri maka dikemudian hari kita akan menjadi orang yang konsumtif atau termasuk orang yang tidak dapat mengontrol dan memanage uang kita sendiri untuk membeli kebutuhan yang benar – benar kita butuhkan. Mengontrol uang sejak dini harus diterapkan, manfaatnya sangat besar untuk kita ke depannya, karena dengan kita terbiasa mengontrol keuangan kita dengan memprioritaskan kebutuhan yang sangat penting atau kebutuhan pokok maka kita termasuk orang – orang yang hebat karena kita bisa menahan rasa dan sifat konsumtif yang berlebih dan juga kita menjadi orang yang memprioritaskan kebutuhan primer dibandingakn kebutuhan yang sesaat. Dengan kita memprioritaskan kebutuhan primer maka kebutuhan yang sekunder pun juga kita bisa penuhi karena dengan kebutuhan primer yang telah kita penuhi semuanya maka dengan sendirinya kebutuhan sekunder akan kita bisa penuhi, misalnya kita membutuhkan yang namanya makan, tetapi kita juga ingin membeli kue atau snack untuk cemilan kita, jika makan kita telah terpenuhi maka kita bisa membeli kue atau snack jika ung kita masih ada dan cukup dan juga kebutuhan yang lain sudah terpenuhi.

Dan saya adalah orang yang mendapatkan uang saku atau uang jajan setiap hari, maka saya harus pintar – pintar dan harus membuat rincian daftar pengeluaran atau daftar belanja perhari nya, itu adalah hal yang sangat seru karena secara tidak langsung saya bisa belajar cara mengontrol uang dan membuat skejul belanja saya, namun uang jajan atau uang saku yang deberikan oleh kedua orang tua saya setiap hari ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya saya bisa belajar mengontrol uang, memanage kebutuhan apa saja yang saya yang perlu dan tidak saya perlukan. Namun disisi negatifnya saya harus membuat skejul setiap hari apa-apa saja yang harus saya beli, untuk apa uang saku hari ini, dan harus bisa membaut skejul untuk disishkan sebagian uang saya untuk di tabung. Namun jika kita bisa menjalani itu semua dengan senang hati maka semuanya akan baik – baik saja.

Saya senang mendaptkan uang jajan atau uang saku harian, kerena seru saja setiap hari saya harus berfikir apa – apa saja yang saya ingin beli untuk hari ini, dari mulai ongkos ke kampus, makan siang, photokopian dan lain sebagainya, tentunya saya harus mempriorotaskna untuk ongkos ke kampus dan makan, dan saya biasanya membuat daftar malam hari, misalnya ongkos kuliah pulang pergi Rp 5000, makan siang Rp 8000, photokopian Rp 2000 dan sisa dari uang saku saya bisa saya tabung untuk keperluan atau kebutuhan saya yang tidak terduga, misalnya tiba – tiba saya harus belajar kelompok ke rumah teman saya, maka dengan adanya tabungan saya dari sisa uang yang hari – hari kemarin saya bisa menggunakan uang tabungan untuk membayar aongkot untuk kerumah teman saya, karena di daftar saya ongkos hanya Rp 5000, jika saya tidak kemana – mana setelah kuliah.

Jadi kita semua harus bisa mengontrol keuang kita dan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting atau kebutuhan primer kita, apalagi kita sebagai orang akuntansi harus lebih mahir memanage dan mengontrol keuangan kita tidak hanya itu, kita juga nantinya sebagai seorang ibu harus bisa dan harus pintar – pintar mengontrol dan mamanage kondisi keuangan keluarga, kalau kata orang “kalau dapur kita mash mau ngebul” , semoga bermanfaat. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s