HAKI ( HAK PATEN )

HAK PATEN

Akhir – akhir ini kita sering mendengar perdebatan masalah hak paten, hak cipta, merek dagang dan lain sebagainya,mulai dari pelanggaran judul lagu, ringtone sampai yang paling menghebohkan adalah batik yang diakui oleh negara Malaysia sebagai karyanya, pada hal batik adalah salah satu hasil karya Indonesia dari zaman dahulu, namun sekarang batik sudah di hak patenkan bahwa batik berasal dari Indonesia.

Berbicara masalah diatas, itu termasuk kedalam HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Disini saya akan membahas kasus tentang hak paten dan merek dagang. Namun sebelum saya membahas itu semuanya saya akan menjelaskan apa sih Hak Paten dan Merek Dagang itu?? Dan kenapa kita harus melakukan yang namanya hak paten, hak cipta dan lain sebagainya?.

 

Hak Paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah (instasi yang berwenang) kepada pemegangnya untuk menggunakan atau mengawasi dan mengkomersilkan hasil temuannya.

Hak Paten diberikan untuk jangka waktu 17 tahun.

 

Tujuan mengapa kita melakukan Hak Paten

Salah satu tujuan mekanisme paten adalah untuk mendorong perusahaan dan individu untuk menginvestasikan waktu, uang, dan tenaga untuk pengembangan teknologi. Orang cenderung kurang termotivasi untuk menginvestasikan uang dan waktu untuk meneliti teknologi baru bila pihak lain kemudian dapat langsung memanfaatkan penemuan tersebut untuk membuat produk saingan dengan harga lebih murah (karena mereka tidak perlu menutupi biaya riset).

 

Contoh Kasus Hak Peten

Jakarta, Apple Computer diklaim telah melakukan pelanggaran hak paten untuk teknologi yang diterapkannya pada iTunes. Apple diminta membayar 12% dari total penjualan iTunes dan iPod.

Adalah Pat-rights, perusahaan asal Hong Kong yang menuduh Apple telah melanggar hak patennya atas teknologi Internet User Identity Verification yang diimplementasikan pada toko musik online milik Apple, iTunes.
Teknologi ini dipakai untuk memverifikasi seorang konsumen sebelum dinyatakan berhak men-download file lagu dari iTunes. Sebelum membeli lagu, konsumen harus melewati proses verifikasi, dimana mereka harus memasukkan nomor identifikasi khusus yang disiapkan Apple beserta password.
Meski Apple menolak berkomentar, Joseph J. Zito, pengacara masalah paten yang mewakili Pat-rights mengatakan, Apple telah bernegosiasi dengan Pat-rights mengenai masalah ini.
“Kami berharap negosiasi kami bisa sukses. Apple adalah perusahaan yang baik, yang mengerti masalah hak cipta,” kata Zito seperti dikutip dari Cnet News.com, Selasa (8/3/2005). “Klien saya berurusan dengan Apple pertama kali pada bulan Desember dan Januari, jadi Apple sudah cukup memahami masalah ini,” paparnya.
Menurut Zito, paten tersebut bisa saja diaplikasikan pada berbagai skema DRM, tapi mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah akan menuntut perusahaan lain juga.
Saat ini, Pat-rights menuntut ganti rugi sebesar 12 persen dari keuntungan iPod dan iTunes, tapi jika kasus ini bergulir ke pengadilan, besar ganti rugi akan tergantung pada pemegang paten. Jika Apple dinyatakan sengaja melakukan pelanggaran, ganjarannya bisa jadi tiga kali lebih besar.
Jika hal ini tidak ditanggapi Apple, Pat-rights akan mengajukan masalah ini ke pengadilan.
Selain dengan perusahaan Hong Kong ini, Apple juga terlibat kasus pelanggaran paten dengan perusahaan lain, yaitu Advanced Audio Devices yang mengklaim iTunes melanggar hak paten pada jukebox yang telah terdaftar sejak 2003.

 

Menurut pendapat saya masalah kasus hak paten yang di hadapi oleh perusahaan Apple, Seharusnya perusahaan Apple mau bekerjasama oleh Pat-rights dan mau membayar ganti rugi jika memang Apple telah melakukan kesalahan dalam hal hak paten. Padahal jika saja Apple mau membagi keuntungan dari hasil penjualan iTunes dan iPod maka Apple tidak akan di tuntut sampai ke pengadilan dan bahkan bisa ganti rugi sampai tiga kali lipat kepada Pa-right, dan apa salahnya jika Apple mau membagi hasil keunutngannya kepada Pat-rights, Apple pun juga tidak akan mengalami kerugian yang tinggi, dari pada ganti rugi sampai tiga kali lipat lebih baik menberikan 12 % dari hasil penjualannya kepada Pa-rights, itu menurut saya. Dan tidak hanya kepada Pat-rights, Apple juga terlibat kasus masalah hak paten denagan perusahaan lain yaitu Advance Audio Devices. Menurut saya sayang saja Apple yang namanya sudah terkenal di dunia teknologi harus terlibat kasus seperti ini dan ini sudah melanggar HAKI di dalam Hak Paten.

Sumber : http://www.detikInet detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s