KOPAS ( COPY + PASTE ), SUDAH MENJADI BUDAYA?

KOPAS ( Copy + Paste ), Sudah Membudaya ?

Kemajuan teknologi  internet  bak pisau bermata dua. Disatu sisi teknologi dapat mempermudah pencarian sumber – sumber  informasi  yang kita belum tahu, namun disisi lain memunculkan budaya jalan pintas, yang sering  kita kenal  dengan nama  KOPAS ( Copy + Paste ). Terkait dengan dunia kampus, dengan mudahnya para mahasiswa meng-copy + paste informasi – informasi melalui internet dan memindahkannya dalam tugas atau makalah mereka. Memang sangat ironis melihat budaya KOPAS . ada  argumentasi yang diungkapkan oleh seorang mahasiswi  Univerditas Diponogoro sebut saja namanya Santi . Dia mengungkapkan KOPAS itu sebuah ironi. Kita mengenal kampus sebagai lingkungan para intelektual, tetapi rupanya copy + paste pun bersarang didalamnya. “ inilah wajah kampus ketika dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi mulai terkikis. Orientasi perkuliahan tak lagi pengajaran, pengabdian, dan penelitian seperti termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi lebih mengerut pada bagaimana kita mendapat IPK bagus. Jalan pintas pun dianggap pantas”, .

Dan memang budaya KOPAS ( copy + Paste ) sudah membudaya, tidak hanya didunia kampus dari SD, SMP dan SMA mereka semua sudah terbiasa denagn yang namanya KOPAS ( Copy + Paste ). Disisi lain budaya kopas memang belum bisa diatasi dengan baik belum ada tindakan dari pemerintah mengenai KOPAS. Mungkin jika kita ingin meng-copy + paste sebuah tulisan, makalah atau onformasi – imformasi lainnya dari internet, hendaknya kita mencantumkan sumber artikel atau tulisan yang kita ambil atau yang kita kutip dan juga dengan nama penulisnya. Agar kita tidak dituduh sebagau plagiat atau mencontek karya orang lain.

Budaya KOPAS merupakan salah satu masalah yang serius karena dapat mengajarkan kepada generasi muda untuk plagiat secara tidak langsung. Dan yang perlu dilakukan untuk meminimalisir budaya KOPAS adalah dengan memperbaiki sistem akademik yang ada di dunia kampus ( pendidikan ), salah satunya mencantumkan nama penulis dan sumbernya, atau perguruan tinggi perlu membuat aturan yang ketat dan detail misalnya setelah mahasiswa menyelesaikan kuliah academic writing, harus menandatangani Magna Integritas bahwa dia mengerti aturan akademis dan sadar kalu dia akan dekenai sanksi akademis.

Kalau KOPAS sudah menjadi sebuah budaya maka generasi  bangsa ini secara tidak langsung diajari menjadi seorang plagiat.

Cara penyelesaiannya pun sedikit sulit karena kemajuan teknologi juga yang begitu cepat dan canggih. Sekarang ini bisa dikatakan semuanya bisa serba instan karena semua yang kita perlukan dan kita butuhkan, kita hanya tinggal searching atau mencari lewat internet. Yah,,, itulah sisi baik dan buruk dari sebuah kemajuan teknologi internet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s