POTRET KEHIDUPAN SAAT INI

POTRET KEHIDUPAN SAAT INI

Menunggu dan terus menunggu. Hari ini adalah hari yang bisa dikatakan sedikit kurang menyenangkan, karena dari empat mata kuliah hanya satu dosen yang masuk ke kelas. Namun tak apa, walau hanya satu dosen yang masuk ke kelas, tapi beliau begitu semangat mengajarkan kami semua. Walaupun terkadang aku bingung beliau sedang berbicara apa, tapi dengan semagatnya aku jadi ikut semangat, dan juga si sela – sela beliau berbicara suka membicarakan tempat – tempat wisata yang menarik dan yang nan jau disana, yang aku belum pernak kesana sebelumnya. Tapi sudahlah yang ingin aku bahas adalah cerita beliau tentang potret kehidupan rakyat Indonesia saai ini. Beliau sempat memberikan pertanyaan kepada par mahasiswa, yaitu “berapa lama bangsa Indonesia di jajah oleh Belanda?”, kami menjawab 350 tahun, beliau bertanya kembali, “ada jawaban yang lain?”. Tidak ada yang menjawab, karena kami semua tahu dan yang telah kami pelajari selama ini bahwa belanda menjajah Indonesia selam 350 tahun. Namun beliau berkata, sebenarnya belanda menjajah Indonesia hanya 42 tahun saja bukan 350 tahun, kenapa?, karena belanda pada saat  ingin menjajah daerah jawa diusir oleh rakyat jawa. Yang menjajah kita selama 350 tahun itu adalah para pedagang yang berboceng dengan VOC.

Cerita beliau yang lai yak tak kalah menarik tentang potret kehidupan bangsa Indonesia adalah bahwa lima sampai sepuluh tahun ke depan akan terjadi kesenjangan social yang luar biasa, karena sekarang banyak sekolah yang menggunakan dan menerapkan standar internasional, memang bagus tapi namanya saja sudah internasional pasti biayanya pun sangat mahal untuk berseklah disitu. Hanya orang-orang yang kaya dan mampu saja yang bisa bersekolah dengan standar internasional, hanya karena factor biaya, anak – anak miskin namun pintar tidak bisa bersekolah disitu.

Dahulu orang miskin bercita – cita menjadi seorang dokter bisa tercapai, tapi sekarang, jangan kan untuk membiayai sekolah untuk makan sehari – hari saja mereka masih tidak mampu. Zaman dahulu sekolah mempunyai tujuan yaitu untuk memperbaiki status social dan tentu taraf hidup di keluarganya. Jika mereka bisa menjadi insinyur atau dokter, maka mereka bisa mengangkat status social keluarga mereka lebih baik lagi. Mungkin lagu Rhoma Irama memang benar untuk saat ini yaitu, “yang kaya makin kaya, yamg miskin makin miskin”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s