LAPORAN DAN USUL

B. USUL

1.      Pengertian Usul

            Usul atau proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk dikerjakan oleh orang atau badan yang mengajukan usul tersebut, tetapi dengan maksud orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.

 

2.      Sifat dan Jenis Usul

      Macam-macam bidang yang dewasa ini bisa dijadikan sasaran usul yang bersifat bisnis adalah: penelitian, pengembangan, perencanaan dan pemasaran.

Seperti halnya dengan laporan, usul masih dapat dibedakan lagi berdasarkan bentuknya. Usul formal adalah usul yang memenuhi persyaratan bentuk tertentu. Bentuk usul semi formal dan non-formal merupakan variasi dari bentuk formal, karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu.

 

3.      Usul Non-formal

Terkadang usul non-formal disampaikan juga dalam bentuk memorandum atau surat. Terlepas dari bentuk mana yang harus dipergunakan, sebuah usul non-formal, selalu harus mengandung hal-hal berikut:

  • Masalah

Masalah yang disampaikan dalam sebuah usul haruslah dirumuskan dengan jelas.

  • Saran Pemecahan

Saran-saran yang disampaikan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, merupakan inti dan sasaran utama dari setiap usul.

  • Permohonan

Perumusan yang tegas akan memudahkan penerima usul untuk memberikan pertimbangan dan dapat segera pula menjawab permohonan itu.

 

4.      Usul Formal

4.1 Bagian Pelengkap Pendahuluan

a.       Surat Pengantar atau Memorandum Pengantar

Surat pengantar sebuah usul antara lain berisi: alasan-alasan mengapa penulis menyampaikan usul itu dengan mengacu kepada surat, pertemuan, atau iklan, yang menawarkan kepada umum untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu.

 

b.         Sampul dan Halaman Judul
Pada sampul atau halaman judul dicantumkan identifikasi jenis tulisan itu yaitu,  usul, judul usul, nomor pengenal (jika ada), tanggal penyerahan dan tanggal akhir penyelesaian tugas yang akan dikerjakan.

 

 

Contoh :

USUL

Disampaikan kepada

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

REPUBLIK INDONESIA

untuk

PEMBANGUNAN JALAN RAYA

TRANS SUMATERA

No. 1534/DPJ/Dep./U/78

disusun oleh

PT GEGAP GEMPITA

Oktober 1978

 

c.       Ikhtisar atau Abstrak

Ikhtisar atau abstrak menyampaikan inti sari dari masalah dan cara pemecahan yang disampaikan dalam usul tersebut.

 

d.      Daftar Isi

Daftar isi memuat rekapiltulasi dari semua judul utama dan judul bawahan yang terdapat dalam seluruh usul itu.

e.       Penegasan Permohonan

Penegasan mengenai permintaan dapat dimasukkan dalam ikhtisar, tetapi bila usul yang disampaikan itu cukup panjang, lebih baik bagian ini diberikan tempat tersendiri.

 

4.2 Isi Usul

a.       Pembatasan masalah

Pembatasan pengertian atas masalah yang dihadapi merupak suatu hal yang pertama-tama harus dilakukan. Dengan batasan yang diberikan pada awal usul itu, dapat dikatakan landasan pengertian yang sama antara kedua belah pihak.

b.      Latar belakang

Sejarah atau latar belakang masalah yang diuraikan perlu pula dikemukakan

c.       Luas lingkup

Membatasi luas lingkup persoalan yang dihadapi akan membawa menfaat sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama penulis usul akan dapat melihat duduk persoalannya yang jelas. Kedua dapat menyampaikan deskripsi yang konkrit dan jelas.

d.      Metodologi

Yang dimaksud metodologi disini adalah kerangka teoritis yang dipergunakan  oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang  dihadapi itu.

e.       Fasilitas

Penulis usul menggambarkan pula bermacam-macam fasilitas yang dimilikinya untuk lebih meyakinkan lagi penerima usul bahwa tawaran mereka memang  benar-benar serius dan mereka pasti sanggup mengerjakannya dengan baik.

f.       Personalia

Penulis usul harus menyertakan pula daftar susunan personalia, baik yang bekerja   penuh maupun tidak, dengan gelar dan keahlian serta pengalamannya masing- masing.

g.      Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan yang diperoleh dapat bersifat keuntungan yang memang langsung diharapkan, keuntungan sampingan, keuntungan immaterial berupa perbaikan metode, penghematan dan sebagainya. Akan lebih simpatik lagi bila penulis usul menyampaikan juga kerugian atau hambatan-hambatan yang akan dihadapi kelak.

h.      Lama waktu

Bila pekerjaan itu terdiri dari beberapa tahap pekerjaan, maka tahapan itu perlu diberikan dengan perincian waktu penyelesaian masing-masing.

i.        Biaya

Biaya juga salah satu factor yang sangat diperhatikan oleh penerima usul. Karena dalam biaya penerima usul dapat rincian mengenai upah, alat perlengkapan, belanja barang, rupa-rupa dan biaya umum lainnya.

j.        Laporan

Hal ini bertujuan untuk mengetahui kapan akan diserahkannya laporan terakhir sesudah pekerjaan dirampungkan.

 

4.3 Bagian Pelengkap Penutup

         Bagian ini meliputi bahan kepustakaan, lampiran-lampiran gambar, tabel, dan  sebagainya yang dipergunakan dalam usul.

 

 

Sumber :

Gorys, keraf. 1994. Komposisi. NTT : Penerbit Nusa Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s